Fe Buka Perjalanan Musik Lewat Single “Selamat Datang”

by -29 Views

Fenny Noviarma, yang dikenal dengan nama panggung Fe, membuka perjalanan musiknya melalui debut single berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop berbahasa Indonesia itu mengangkat pengalaman menghadapi fase hidup yang belum selesai: patah, kehilangan arah, ketidakpastian, hingga proses menerima keadaan tanpa harus memiliki semua jawaban.

Bagi Fe, kehidupan tidak selalu perlu dituntaskan terlebih dahulu agar dapat diterima. Pesan tersebut menjadi dasar utama lagu yang ia rancang sebagai ruang bagi pendengar untuk menemukan makna personal dari pengalaman masing-masing.

Berangkat dari catatan diary pribadi

“Selamat Datang” terinspirasi dari catatan diary pribadi Fe. Catatan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas. Isinya merekam fase ketika seseorang dipaksa tumbuh dalam kondisi yang tidak selalu ideal, menghadapi luka dan kehilangan, serta menjalani perjuangan yang kerap tidak terlihat oleh orang lain.

Salah satu penggalan lirik yang menjadi inti pesan lagu itu berbunyi, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”. Bagi Fe, kalimat tersebut menggambarkan ajakan untuk menyambut bagian hidup yang masih berantakan, bukan terus-menerus menolaknya.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe, Jumat (2/10/2026).

Makna lagu dibuat terbuka agar dapat menjangkau pengalaman yang beragam. “Selamat Datang” dapat dibaca sebagai kisah seseorang yang sedang menghadapi quarter-life crisis, perjalanan rumah tangga, perjuangan seorang ibu baru, atau hubungan yang menjadi tempat pulang ketika hidup terasa kacau.

Nuansa reflektif itu terlihat dalam lirik, “Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira/Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat/Atau mungkin tak sempat melambat”. Setelah bagian tersebut, lagu bergerak menuju suasana yang lebih lapang melalui penggalan “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”.

Aransemen musik kemudian berkembang hingga interlude yang terasa megah dan glorious. Perubahan itu menggambarkan momen ketika seseorang mulai menerima keadaan dan merasakan kelegaan. Pertemuan antara suasana gelap dan harapan menjadi benang merah karya Fe, yang mengibaratkan cahaya sebagai sesuatu yang kadang muncul setelah benturan dan kegelapan.

Dari desain visual menuju eksplorasi musik

Perjalanan Fe ke dunia musik dibangun dari pengalaman yang telah ia jalani sebelumnya. Perempuan yang kini merupakan ibu dari satu anak berusia satu tahun itu merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019.

Sebelum bermusik, Fe bekerja sebagai graphic designer dan stage photographer sejak masa kuliah. Latar belakang tersebut menjadi fondasi dalam membangun identitas visual sekaligus pendekatan artistiknya.

Secara musikal, Fe mengaku masih berada dalam tahap eksplorasi. Ia menyebut Yungblud, Sir Chloe, dan Nadin Amizah sebagai sejumlah musisi yang menginspirasinya. Selera musiknya mencakup punk rock, ballad, classical, hingga lagu-lagu era 90-an.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” katanya.

Keputusan Fe untuk mulai menciptakan karya musik juga mendapat dukungan dari suaminya, yang ia sebut sebagai salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjalanan tersebut. Melalui karakter vokal yang ringan, musik yang hangat, dan aransemen yang terus berkembang, Fe berupaya menghadirkan pengalaman mendengar yang intim dengan ruang tafsir yang luas.

Menyiapkan lagu baru dan rencana EP

“Selamat Datang” menjadi langkah awal Fe dalam membangun perjalanan bermusiknya. Dalam waktu dekat, ia menargetkan produksi satu lagu baru. Untuk rencana jangka panjang, Fe berharap dapat merealisasikan sebuah EP.

“Ke depan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya.

Source link