Dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) ditemukan kembali oleh warga setelah diduga diculik saat berangkat les di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (30/9) sore. Keduanya sempat dibawa seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor dan diminta tidak berbicara maupun menerima minuman dari orang lain.
Berangkat les, tak kunjung tiba
Ibu korban, Juli (45), mengatakan kedua anaknya berangkat sekitar pukul 15.15 WIB menuju rumah tante mereka untuk mengikuti les. Masing-masing anak mengendarai sepeda. Perjalanan menuju lokasi biasanya hanya memerlukan waktu sekitar lima menit.
Namun, setelah lebih dari 30 menit, kedua anak tersebut belum juga tiba di rumah tantenya. Keluarga kemudian mencari di sepanjang rute yang biasa dilewati. Sepeda milik KI dan CI ditemukan tergeletak di sebuah gang di belakang rumah sang tante.
“Pertama keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share. Tapi belum lapor ke polisi,” kata Juli di Jakarta, Jumat.
Pencarian selanjutnya melibatkan keluarga, warga, pengurus RT dan RW, serta LMD setempat. Sekitar pukul 17.50 WIB, KI ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Menurut Juli, pelaku menurunkan KI di tepi jalan lalu mengarahkannya masuk ke permukiman.
Saat ditemukan, KI disebut dalam kondisi syok dan linglung. Ia sempat menolak ketika hendak diberi minum oleh warga. Setelah ditanya, KI kemudian mengatakan bahwa adiknya dibawa oleh seorang “ibu-ibu jahat”.
“Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar,” ujar Juli.
Karena mampu mengingat alamat rumah dengan detail, KI kemudian diantar pulang oleh ketua RT setempat. Pencarian terhadap CI masih dilanjutkan hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban diminta tak berbicara
CI akhirnya ditemukan di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, menuju Bandara Soekarno-Hatta. Bocah tersebut sempat tidak mau berbicara selama hampir satu jam. Ia hanya memberikan isyarat dengan menunjuk tangan sebelum akhirnya bersedia diajak berkomunikasi di Pos RW setempat.
Berdasarkan cerita kedua korban kepada keluarga, perempuan yang membawa mereka mengintimidasi dan mendoktrin agar tidak berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga dilarang menerima minuman karena disebut-sebut dapat diracuni.
“Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum. Nanti diracun,” ujar Juli menirukan ucapan anak bungsunya.
Juli menyebut kedua anak menyampaikan cerita yang serupa. Selain membawa mereka pergi, perempuan tersebut diduga mengambil kalung emas milik kedua korban. Kalung KI disebut dilepas ketika korban diturunkan, sedangkan kalung CI diambil saat masih dibawa pergi.
Aksi perempuan yang mengenakan jaket, helm, dan masker itu sempat terekam kamera CCTV di jalur yang dilalui. Kedua korban kini telah kembali berkumpul bersama keluarga.
Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang sebelumnya mengatakan penyidik telah diturunkan untuk mengusut dugaan penculikan dan perampasan tersebut.
“Semalam sudah dilakukan olah TKP oleh kepolisian. Kami harap pelaku segera ditangkap,” kata Juli.





